Meningkatkan Kapabilitas Pengawas Operasional dengan Diklat POP Pertambangan Minerba

Meningkatnya jumlah lulusan dibidang pertambangan, memacu semangat beberapa lembaga pelatihan untuk terus mengadakan pendidikan dan pelatihan. Tak ketinggalan Pusdiklat Gadjah Mada Yogyakarta untuk ikut andil mengadakan diklat. Salah satu diklat yang baru-baru ini terlaksana ialah diklat Pengawas Operasional Pertama (POP) Pertambangan Mineral dan Batubara. Diklat POP ini merupakan solusi dari kekhawatiran mengenai kompetensi SDM di bidang pertambangan.

Seperti yang sudah kita ketahui, kegiatan pertambangan baik mineral maupun batubara memiliki karakteristik yakni resiko dan bahaya yang tinggi. Tidak dapat dipungkiri, menjadi pekerja di pertambangan tentu membutuhkan konsentrasi dan kemampuan yang mumpuni ketika berada di area kerja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan demi terciptanya zero accident yakni dengan meningkatkan peran pengawas operasional secara efektif yang dibekali dengan wawasan yang mendalam di bidang tersebut, mengingat peran seorang pengawas operasional yang sangat penting dalam operasi pertambangan. Para pengawas pertambangan yang membawahi langsung para karyawan, diwajibkan untuk mengetahui tugas dan tanggung jawabnya, serta mempunyai ketrampilan yang memadai dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas pertambangan.

Banyaknya tugas dan tanggung jawab yang besar menuntut para pengawas untuk meningkatkan kompetensi dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan untuk pengawas operasional di pertambangan. Menjawab kekhawatiran dan kegelisahan mengenai kompetensi para pengawas, Pusdiklat optimis untuk terus melaksanakan diklat POP. Dengan demikan, tidak akan ada lagi keraguan pada kompetensi yang dimiliki oleh pengawas.

Selama satu pekan yang lalu, kegiatan diklat POP dilaksanakan di ruang saturnus yang diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah. Banyak diantaranya sudah mempunyai pengalaman bekerja di pertambangan, hal ini sangat membantu untuk memudahkan pemahaman peserta dari materi yang diperoleh. Rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Suasana santai namun tetap fokus sangat terlihat ketika kegiatan diskusi berlangsung. Keaktifanpun terlihat pada sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan tentu sangat berguna sebagai bekal para peserta yang diantaranya, perundang-undangan terkait keselamatan pertambangan, investigasi kecelakaan, indentifikasi bahaya, manajemen resiko, dan lain sebagainya.

Agenda yang dilaksanakan berikutnya ialah PKL (Praktik Kerja Lapangan). Peserta melakukan observasi di lokasi pertambangan. Selain melakukan pengamatan, peserta belajar untuk membuat JSA (Job Safety Analysis). Diharapkan dengan melakukan observasi dan pembuatan JSA ini pemahaman para peserta ketika peserta kembali ke lokasi kerja.

Hal menarik berikutnya ialah kerja kelompok, Metode ini selalu menjadi andalan dan sering diterapkan oleh instruktur ketika diklat berlangsung. Tujuannya supaya peserta bisa saling bertukar pikiran serta saling memberikan solusi untuk memecahkan kasus. Selain itu, diharapkan dapat saling berbagi pengalaman antar peserta. Kerja kelompok ini juga mempunyai manfaat bagi peserta untuk meningkatkan kekompakan dan menekan ego, yang diharapkan bisa menjadi bekal ketika peserta kembali ke lokasi kerja.

Bagi manajemen Gadjah Mada Yogyakarta, pekerja tambang wajib untuk mengikuti diklat, karena selain untuk meningkatkan kompetensi, keuntungan lainnya untuk memenuhi kualifikasi bekerja di pertambangan baik mineral maupun batubara. Pimpinan Gadjah Mada menyatakan bahwasanya akan terus melaksanakan diklat POP pertambangan minerba pada setiap bulannya guna memenuhi tuntutan kompetensi pada pekerja tambang. (int/)